OPINI TENTANG NASIONALISME

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Referensi Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Selengkapnya.........

Potret Nasionalisme Bangsa Indonesia Masa Lalu dan Masa Kini
Oleh : Nina Herlina Lubis
Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran

Nasionalisme menurut Kohn (1961:11) adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan. Secara etimologis, kata nation berasal dari kata bahasa Latin natio, yang berakar pada kata nascor 'saya lahir'. Pada masa Kekaisaran Romawi, kata natio dipakai untuk mengolok-olok orang asing. Kemudian, pada masa Abad Pertengahan, kata nation digunakan sebagai nama kelompok pelajar asing di universitas-universitas. Selanjutnya, pada masa Revolusi Perancis, Parlemen Revolusi Prancis menyebut diri mereka sebagai assemblee nationale (Dewan Nasional) yang menunjuk kepada semua kelas yang memiliki hak sama dalam berpolitik. Akhirnya, kata nation menjadi seperti sekarang yang merujuk pada bangsa atau kelompok manusia yang menjadi penduduk resmi suatu negara (Amir, 2004).
selengkapnya..........

Sekilas Nasionalisme Kita
Oleh: Hidayat Banjar

Gagasan nasionalisme yang berkembang di Indonesia seharusnya tidak dipahami hanya dari sudut perkembangan objektif semata, tetapi juga dalam ruang politik pembentukan negara republik dan kebutuhan survival sebuah negara baru dalam pergaulan internasional. Tidak dapat dimungkiri, saat terbentuk republik bernama Indonesia, konteks sejarah saat itu menunjukkan beragamnya pemikiran dan ideologi manusia Indonesia yang mengambil inspirasi dari gagasan-gagasan religius atau sekuler.

Selain itu, kekuatan-kekuatan politik yang ada juga mengusung beragam paham seperti sosialisme, Islamisme, marhaenisme, dan komunisme, termasuk kelompok-kelompok etnis, keturunan Tionghoa dan Arab. Situasinya bisa dibayangkan seperti keramaian pasar malam yang menawarkan beragam paham, kepentingan, dan gagasan.
Selengkapnya........

Oleh ALIF LUKMANUL HAKIM
Penulis, Asisten Dosen di Fakultas Filsafat UGM. Dosen di Akademi Manajemen Putra Jaya Yogyakarta.

Substansi nasionalisme Indonesia memiliki dua unsur. Pertama, kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, etnik, dan agama. Kedua, kesadaran bersama bangsa Indonesia dalam menghapuskan segala bentuk pensubordinasian, penjajahan, dan penindasan dari bumi Indonesia. Semangat dari dua substansi tersebutlah yang kemudian tercermin dalam Sumpah Pemuda dan Proklamasi serta dalam Pembukaan UUD 1945.
selengkapnya......

Oleh: Triyono Lukmantoro
Pengajar Sosiologi Komunikasi
Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro Semarang

Kondisi tubuh Ketua DewanWasit Indonesiadalam Kejuaraan Karate Asia Donald Luther Kolopita demikian mengenaskan. Matamerah, luka lebam, tulang patah, dan kemaluannya membengkak.

Tanpa tahu apa-apa, Donalddianiaya oleh oknum polisi Malaysia.Peristiwa tragis itu menimbulkan keprihatinan semua pihak. Kalangan pejabattinggi kita menyatakan keprihatinan mereka. Tidak kalah tegas adalah responsyang diberikan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault yangmenyatakan kejadian itu menjadikan rasa nasionalisme kita bangkit.

Seluruh kejadian itu kitaketahui dari pemberitaan media massa.Reaksi masif yang berisi kecaman, kutukan, dan luapan nasionalisme pun denganseketika mencuat dengan kencang. Begitulah, media memang memiliki kekuatan yangefektif dalam membangkitkan nasionalisme, terlebih lagi jika martabat dankedaulatan Indonesiasedang diserang oleh bangsa asing.
selengkapnya......

0 komentar:

Poskan Komentar

SG THE BEST